
Pada waktu itu Berry bertemu dengan orang yang tidak ia kenal, siapa kamu sapanya? Aku Rabbi , siapa kamu? Aku Berry, Berry balik menjawab. Senang bertemu dengan kamu. Salam kenal kata Berry dan Rabbi. Dimana rumahmu Berry? Rumahku di jalan panjang no 4. Oh disana ya kata Rabbi, kalau akau tinggal di jalan sungai brantas. Oh..mau nggak berteman sama Berry? Oh tentu kata Rabbi. Aku jadi nggak susah mencari teman. Jadi kamu selama ini nggak punya teman ya Rabbi? Tanya berry
Memang aku nggak punya teman, karena aku pernah menyakiti mereka dan mereka nggak mau memaafkanku padahal aku sudah meminta maaf pada mereka. O ...begitu kata Berry, mulai sekarang kamu nggak boleh mengulangi perbuatanmu menyakiti teman-teman mu ya. Oke deh kata Rabbi. Sekarang kita pulang ke rumahku yuk...sebentar saja kata Rabbi. I ya deh Berry menjawab, tetapi kita harus selesaikan tugas kita dulu.
Mereka berdua sepakat untuk bertemu sore nanti saja setelah tugas mereka selesai. Setelah Berry pulang ke rumah, ia menceritakan pengalamannya kepada orang tuanya. Ibu, ayah, tadi berry ketemu sama orang yang nggak dikenal....tapi akhirnya kita jadi sahabatan. Dia mengundangku untuk berkunjung ke rumahnya.
(bersambung ............)

